sore baru saja

sore baru saja melintas di seberang patung kuda
ruko dua lantai menyulam cahaya kuning
saling mengisi dinding yang hijau tua 
aroma kopi semerbak 
berangkat dari cerita cinta 
dan cita setiap hari

kali ini biar saja dibungkam 
sofa-sofa perusahaan dagang Swedia
yang di sebelahmu, tepat sejengkal 
kali pertama angin bersahaja 
harum malam telah meluruh kata

mengikat hitam rambutmu untuk seorang lelaki 
yang perlahan dari punggungnya 
indah mengulas kuning rembulan 
langit merkuri
rintik hujan
cahaya lampu
juga rindu itu 

lalu dalam seluruh mesra 
usah tanya mengapa 
biarlah dia renggut bahagia itu
membunuh masa paling sendu dirimu
sebagai hadirnya sang pahlawan  

0 komentar: