24:00

di ujung sunyi
kota ini perlahan dimatangkan Banda Neira 
malam terlampau berlampu jalan
berpohon-pohon besar 
bangunan tingkat tiga
berliku senyap seakan 
rembulan menukar jalan ringkas
dan jendela kamarmu betapa lekat 
oleh bibir hujan lebih dahulu

lihat dingin kursi itu 

tak kemana-mana
berulang-ulang menebus gelas kopi ketiga
di mana duduk yang hendak pergi
begitu mudah mencuri cokelat mata
dan mawar merah muda dari dirimu

lalu kota ini bertambah matang
berhembus pulang kabar orang-orang menunggu
pada langit gelap 
pada jantung hatimu
biar ku selami kedalamannya
dan memastikan rumahku
berdiri tegak menatap bintang
merangkai gugur cahayanya



3 komentar:

soulful^^~ mengatakan...

Suhu, makin mantap aja puisinya suhu. Aku uda lama gak ngeblog rasanya kaku mau nulis puisi lagi :')

mutiara afandi mengatakan...

Bait terakhirnya suka... Puisi kali ini seloww woless tentrem... 😌

andri K wahab mengatakan...

@soulful: wuhahaha...suhu? suhu uopo? ada-ada ajh, ras.

@mutiaraafandi: selow kayak di pantai dengan ombak-ombak kecil, bude.