hampir sore bersama morissey dan siouxsie

hampir pukul empat
sore setuju gerimis
di kursi itu cahaya bohlam 
masih berhantu
belum makan 
dan turun minum

dari loncat-loncat lalat buah
aku meraih lekas lekuk pinggang suaramu 
sibuk menangi seluruh detak jam 
pulang dengan kata-katamu yang bergelas kopi anggur
ringan dan tenang
manis dan mengayun

dan waktu memilih gagah sendiri
menikmati segala jatuh dan berlinang 
sepasang mata itu 
bertandang entah mendekap nyala dadaku 
atau menatap padam punggungku 
pada suatu hari kita 
begitu paling terharu 


0 komentar: