nostalgia

awan tebal 
hampir menangis itu
adalah kapal-kapal berlayar di atas kepala
melaju lambat 
dan banyak sekali 

di kota berjubah abu-abu kini
tak ada luput jendela dari cahaya 
kaku dan murung
kedua mata itu 
hiruk pikuk bahasa yang kikuk
dan degup jantung gugup pertama kali 

lalu hujan luruh 
mengulang kembali perjalanannya
dari bandara dan stasiun kota
musium dan gedung bioskop
kenangan seperti membangun rumah
di mana aku akan memasukinya sekali lagi

1 komentar:

soulful^^~ mengatakan...

Kebanyakan pikiran apa to mas? Hehe.
Maafkan baru sempat mampir setelah sekian lamaaaa~ :D