tiba juga pergi ini

tiba juga pergi ini
malam di luar larut 
hujan menunggu gigil di sebelahmu 
peluk itu kian meramal jalan purnama

tinggi aku perlahan tinggalkan 
cahaya ibukota melepaskan senyumannya 
seperti bintang-bintang berguguran
dan terus berguguran

apakabar rindu itu?
detak jantungmu tebing karang gelisah menunggu 
di hamparan pasir biar ku utarakan 
yang tak terhingga itu

kita tak bisa apa-apa

sore duduk memesan secangkir mandheling
taman masih kurang pengunjung
hanya angin berbincang sesekali
menjatuhkan sendu lagu 
dari kantung mata kurang tidur itu

lalu langit merah muda selanjutnya
meninabobokan bunga-bunga
meredup nyala matahari 
dan apa saja

"mari pulang, 
sebelum rindu patah 
sedang kita tak bisa apa-apa", 
bisikmu ketika diam separuh kota

mengiat

ini hari jauh hujan
matahari bersinar muda 
senyumku mengejar angin dan angan
meninggalkan hingar bingar 
menuju selatan yang betapa biru di matamu

sudah dekat 
derai ombak saling mendekap 
kabar kampung halaman itu terbentang putih pasir 
tanpa rahasia, kita yang singgah 
jadi kanak-kanak kembali