apakah kami punya atasan lupa membaca koran?

telah turun pagi kota ini
matahari bersorak 
jalan-jalan sengkarut 
di tangan kami penuh riwayat tanggungan
barisan bahagia yang menghibur itu
sejak dari jendela juga pintu
belum lagi terbaca baik hari ini
lalu kami beranjak menuju dugaan-dugaan;
"apakah kami punya atasan lupa membaca koran?"



kopi lintong

telah disimpulkan manis 
asam buah 
dan sedikit pedas rempah

seduhan kopi ini 
memeram jauh gemerlap kota
di mana dari kepala ku tumbuh bukit dan gunung

udara yang menanak dingin
kental menjalar rumah, antena parabola
tiang listrik dan jalan berkelok mendadak pagi

lalu doa-doa berangkat ke kebun
merawat angin dan matahari
memetik jatuh hujan pertama kali 


kabar hari ini

sudah terawat nikmat pahit lidahku
dibilas tenung kopi 
ini kali toraja
enrekang pula, sayangku 

pelarian belaka sewaktu bubuk paprika sukar didapat
pada sibuk sebuah kota yang siang harinya 
menjadi nyaman bagi kebanyakan orang 
yang bergegas tinggalkan kerja
menuju percakapan beradu piring sendok
bertukar warta puji dan cekcok 

dan waktu merutuk pukul satu 
matahari menghunus pisau 
kuliti kabel listrik dan atap kedai makan 
mengiris tipis raung knalpot 
dari kepala-kepala bergemuruh itu

lalu adalah bertambah gaduh 
selepas lagu metal musisi lokal
merayakan kabar baik 
yang hendak ku kirimkan kepadamu

bahwa segala yang puisi tentang pasir putih 
deru ombak dan pantai bergaun biru 
adalah segera terhampar dalam mataku
mutiara berkilauan pada senyum itu