suatu waktu di ujung besar trembesi tua

suatu waktu di ujung besar trembesi tua
beberapa bintang hinggap berpijar bunga
terbentang lampu-lampu juga
melingkari deru mesin-mesin kendaraan itu

seperti sekarang tatkala rembulan berjalan pincang di atas gedung
cemas terkenang hidup dalam pelukanmu yang setenang subuh
dahulu dan waktu seperti ini dibiarkan tenggelam
jatuh kepada inti jantung senandung duka lara berusia lanjut 

dan malam kita terbenam di kelokan jalan masing-masing
rinduku atau entah apapun membawa gila musim-musim 
mengiring hujan badai kepada sibuk sebuah kota 
yang menjagamu dari ratusan keheningan yang gaduh 

"kepadamu, semoga baik-baik saja"

gerimis ini tibalah juga

gerimis ini tibalah juga 
patah tumbuh di tengah minggu 
di separuh hari menuju pulang burung-burung gereja 

"usah bertarung, 
jalan sedikit licin 
dan aku tak ingin nasibmu 
tergelincir", 

jejak kakinya berkata tatkala dari jendela terlukis rindang angsana tua 
kokoh menumbuhkan reranting hari lalu di desah napas kerumunan 
orang-orang berteduh memburu berpuluh pikiran daun-daun terjatuh

tujuan singgah yang tak mungkin dirampas kembali  

tiba-tiba tumbuh jejal seperti datang anak-anak
menawarkan sewa payung dengan raut wajah tak ingin ditolak

dan gerimis ini semakin menebal keinginan untuk bertahan 

berpikir pada relung ruang jauh sepi dan bersiasat 
menyelamatkan diriku denganmu sekali lagi

hujan di kemang

hujan berdatangan
di Kemang seakan tiba masa memasang kursi di dekat jendela
mengisi ruang dengan semua hal mustahil 

perihal luar biasa dari suatu hari yang mati 
meskipun petikan gitar melagu folk itu masih juga sepotong 
dan sudah saja mengalun sendiri 

aku ingin berdansa di lengan cahaya kuning lampu 
jadi sunyi romantis di antara dahan daun basah 
dan jerat aroma kopi yang diperjualbelikan 

lalu langit ungu mengalir tenang menawan 
menimpali seluruh pegal punggung 
dan jauh nyeri dadaku

dari deretan toko barang antik sampai kedai makanan itu
hujan pelan-pelan luruh tenggelam
seperti menunjuk hari baik datang dan pergi kembali