bagaimana jika lusa

pagi tadi gerimis mendatangi kabarmu
perihal mata yang selalu tersenyum
penyimpan jebakan-jebakan 
yang terus melubangi jantung

dari jauh 
kokok ayam ngeong kucing menyeret berita-berita 
lalu hilang kembali terselimuti rimbun langit abu-abu
dan cuaca menghunus pisau di hari jumat lehermu  

lantas percik lagu begitu menikmati rindang puisi
berjatuhan angka-angka jam dinding pula 
memesan rencana secangkir arabika pada kepala 
meja, kursi dan pot bunga terbit begitu saja  

"bagaimana jika lusa, 
kita merancang duduk 
bertukar genggam 
merayakan diam saja?"

pernah

pernah 
pagi jatuh dari reranting pohon angsana
putih bulan basah di jalan-jalan  
menuju selatan kota 
aroma peluk tubuhmu 
penuh dijajakan angin suatu ketika

lalu
pulanglah 
pulanglah, seperti mudah 
segala yang terurai kini