engkau tak di antara

hujan berderai
menua sepanjang jatuh mata itu
di luar gedung denyut jantung berpayung udara dingin
tatkala resah berangsur merekah bunga
dan bangku-bangku merangkak demam 
di taman semakin dendam perjumpaan

o, jalan-jalan yang tersenyum
betapa temaram lampu terlampau mudah romantis
sedang engkau tak di antara gugur daun 
atau patah ranting trembesi
keinginan hampir malam ini 
luput dari kereta besi lewat itu

0 komentar: