suatu hari

siang berangkat suatu hari
dari tujuan akhir transjakarta dan kereta bogor-kota
memeram kantin dan taman berbatu  
hingga hari tak terasa matang ungu di sisimu

mataku menuju

mengenggam jauh matahari lain
yang besar berbunga ku namakan bintang itu
lalu jendela menghapus banyak nama jalan 

cahaya kota dan udara dingin 

beranjak laju semakin laju
melihat ramai hujan berpasang-pasangan
menuju sunyi yang tunggal sekali

dan teduh semilir angin 
menyederhanakan detak jantungku
tatkala yang terlukis sejenak dipejamkan
dan aku ternyata memiliki kehilangan saja 

0 komentar: