hujan di kemang

hujan berdatangan
di Kemang seakan tiba masa memasang kursi di dekat jendela
mengisi ruang dengan semua hal mustahil 

perihal luar biasa dari suatu hari yang mati 
meskipun petikan gitar melagu folk itu masih juga sepotong 
dan sudah saja mengalun sendiri 

aku ingin berdansa di lengan cahaya kuning lampu 
jadi sunyi romantis di antara dahan daun basah 
dan jerat aroma kopi yang diperjualbelikan 

lalu langit ungu mengalir tenang menawan 
menimpali seluruh pegal punggung 
dan jauh nyeri dadaku

dari deretan toko barang antik sampai kedai makanan itu
hujan pelan-pelan luruh tenggelam
seperti menunjuk hari baik datang dan pergi kembali

0 komentar: