gerimis ini tibalah juga

gerimis ini tibalah juga 
patah tumbuh di tengah minggu 
di separuh hari menuju pulang burung-burung gereja 

"usah bertarung, 
jalan sedikit licin 
dan aku tak ingin nasibmu 
tergelincir", 

jejak kakinya berkata tatkala dari jendela terlukis rindang angsana tua 
kokoh menumbuhkan reranting hari lalu di desah napas kerumunan 
orang-orang berteduh memburu berpuluh pikiran daun-daun terjatuh

tujuan singgah yang tak mungkin dirampas kembali  

tiba-tiba tumbuh jejal seperti datang anak-anak
menawarkan sewa payung dengan raut wajah tak ingin ditolak

dan gerimis ini semakin menebal keinginan untuk bertahan 

berpikir pada relung ruang jauh sepi dan bersiasat 
menyelamatkan diriku denganmu sekali lagi

0 komentar: