kota ini memasuki mekar cahaya lampu

kota ini memasuki mekar cahaya lampu  
merah gincu, jingga jeruk mandarin 
dan putih jepun membuncah

adalah sesuka mataku katakan sekenanya ketika 

jalan-jalan sedikit penuh dan ruko dua lantai itu bersolek wajah 
tak mau kalah oleh riasan kedai makan dan kios fotocopy berpapan nama

tiba di simpang empat, jalan menuju rumah tahanan militer

pada jendela angkutan yang sengaja terbuka
pada angin semilirnya mengalun tembang kepulangan menuju pelukan yang jauh 

genap dirimu ku temukan di mana saja, berkali-kali adanya

seperti mengulang temu pisah kita yang bergerak pada dinding tiang bandara 
dan puisi ini semakin tak pernah selesai ku akhiri 

0 komentar: