aku, senantiasakah merdu dinyanyikan angin?

hari hampir mematangkan siang
riuh burung-burung menghitung sendat riwayat angin 
di antara pepohonan angsana tua 
dan perak cahaya melumuri gedung-gedung 
kelopak jendela itu merekah tak biasa

membuka jalan beberapa ingatan tetiba mendengkur dalam kepala
matahari di terbangkan pantai, ombak-ombak bermain pasir, 
nelayan memasak harapan di laut
dan ketakutan-ketakutanku dikejar anjing 
telah rimbun menunggu matanya

mimpi-mimpi itu perlahan menyambut warna-warna menawan 
seperti pelangi atau taman bunga yang jatuh dikisahkan jemari 
aku, senantiasakah merdu dinyanyikan angin?
dinyanyikan suara-suara yang hinggap di daun-daun  
lalu berderai adalah jawaban dari gelisah yang sampai 

untukmu

0 komentar: