pernah

pernah 
pagi jatuh dari reranting pohon angsana
putih bulan basah di jalan-jalan  
menuju selatan kota 
aroma peluk tubuhmu 
penuh dijajakan angin suatu ketika

lalu
pulanglah 
pulanglah, seperti mudah 
segala yang terurai kini 


0 komentar: