bagaimana jika lusa

pagi tadi gerimis mendatangi kabarmu
perihal mata yang selalu tersenyum
penyimpan jebakan-jebakan 
yang terus melubangi jantung

dari jauh 
kokok ayam ngeong kucing menyeret berita-berita 
lalu hilang kembali terselimuti rimbun langit abu-abu
dan cuaca menghunus pisau di hari jumat lehermu  

lantas percik lagu begitu menikmati rindang puisi
berjatuhan angka-angka jam dinding pula 
memesan rencana secangkir arabika pada kepala 
meja, kursi dan pot bunga terbit begitu saja  

"bagaimana jika lusa, 
kita merancang duduk 
bertukar genggam 
merayakan diam saja?"

0 komentar: