ketika kau menceritakan rencana hujan jatuh selepas sore

ada rencana jatuh hujan selepas sore 
menujum riuh membasuh sembunyi musim kemarau 
dan jalan-jalan dipenuhi geliat hidup cahaya lampu 
yang tumbuh bergerak sepanjang lari-lari kecil 
mencari atap berteduh dari basah yang dingin 
mengarah menyalak pada kesepianmu

di rencana jatuh hujan selepas sore 
katamu, jadilah mustahil yang memelukmu 
yang nyenyak 
yang api  

manquer

cukup lama aku tiba 
sedang lolong anjing ingin memanjat pagar
jauhkan tidur delapan jam dari jendela kamar 
tempatku melompat rencanakan menculik bulan  

di luar jalan-jalan memeluk lagi siapa?
angin kehilangan peta 
sunyi memalamkan sendu 
dan nasib begitu ingin ujung pisau 

matamu 
kepalaku 
lenganmu 
tubuhku

entah menemu kapan lagi 
dingin subuh suatu kota 
bergetar tenggelam di jantung itu berkali-kali  

angin jatuh sederhana suatu pagi

angin jatuh 
berlarian matahari itu 
dari langit biru dan sementara kelabu suatu hari 

sederhana
kita ingin begitu sampai
sedikit terbatuk berbincang pertemuan 
sedang jingga menuang banyak ingin tentunya

pagi, sudah saja rindu menangis  
sesaat engkau pulang 
kelak ku terlelap merayakannya