tiba-tiba aku ingin menyunting sajak pada jantungmu

belaka kuracik tiga jumput dedaun teh hitam
yang berbahagia tumbuh di pulau Lankadeepa
demi membangun lapang jalan ke genap pikiran itu
sebab pagi berwajah ganjil tak sudah selesai bertanya;
engkau hendak kenapa?

dalam tiap teguk sesapan yang jatuh
di antara larut tembang tua berusia lebih dari hidup ayahmu
mataku memilih nikmat, mangkir dari matahari bertubuh separuh
dan kembali mencuri malam buta untukmu
ruang segala dirimu ku luaskan menjelma kejora

dan sebelum teguk ini benar-benar berakhir
tiba-tiba aku ingin sekali menyunting sajak pada jantungmu
tentang denyut mesra yang hebat
tentang berpagut sederhana 
di pulau cahaya yang jauh 


2 komentar:

velizalizi mengatakan...

pasti ini puisi untuk pacarnya yang lagi suka rewel yah, mas??

andri K wahab mengatakan...

@velizalizi: iya, dan orangnya itu adalah benar kamu tau ��