cerita pagi

sudah sedikit terang jendela di kota ini
jalan-jalan bergegas menumpuk gelisah
dari subuh yang baru melipat sarung
dan rencana belum selesai 
telat tiba di jalan taman kemang nomor dua puluh

aku masih belajar mandiri di lampu-lampu tanpa listrik
setuju menekuni detak jantung 
sebelum meneguk susu penebal otot
dan menghitung berapa banyak sembunyi pilu diterbukanya pintu
mencari pergi demi pergi
untuk menemukan lelah pulang kembali

lalu dari atap rumah entah itu
matahari sebesar uang logam
pelan melayang mencari angin 
menjadi saksi begitu hangat selanjutnya

2 komentar:

Cahyo Nur hafni mengatakan...

nice emotional

andri K wahab mengatakan...

@cahyo nur hafni: trm kasih pak bro 😊