pertemuan

siang yang seadanya
baru saja hangat di antara bahan pembicaraan itu-itu saja
jauh dari bahagia kental santan
hanya asin berujung disepakati dalam sepiring nasib 
dari tahun ke tahun 
merimbun jadi penamaan semangat di kepala

lalu sebelum rambut disiasatkan rebah klimis ke samping 
celaka kita sudah terjebak dalam sengketa saku ke saku
meriwayatkan sehat ke sakit 
merencanakan hidup ke mati 

lantas pun kita berpecahan tawa 
sedikit ribut dan kecut 
menertawakan salah yang sedang jatuh 
kepada sesal yang mahir memaafkan    
   

2 komentar:

Eva Liana mengatakan...

Ah .... sudah menahun rasanya tidak memanjakan mata untuk menelaah kata-kata tersirat.

Kisah tentang kikuk kah?

Kurang paham makna apa yang ingin disampaikan tapi ini terlalu indah untuk didiamkan!

Pemilihan diksi tetep yah selalu jadi concern utama (nampaknya)

dan walaupun sudah lama tidak berkunjung, rasanya masih sama ... KEREN!

andri K wahab mengatakan...

@Eva Liana: yg jelas bukan tentang yg dimaksud, Va. btw terima kasih yh, sudah berkunjung lg ibu-ibu capucinno. :-D