tiba-tiba aku tak pandai

ada waktu redup kota ini begitu lembut 
menjaga jauh sementara pergimu 
hingga ke kursi bertubuh jati penuh duduk diriku
bercuaca letih senyum kembang mawar itu 

di dingin yang merambat karat angkutan kota 
angin pelajari jalan-jalan beralamat lenyap punggungmu 
berpikir lengkapi rekah rembulan yang tersenyum  
dengan sedikit bintang meremah cahaya 
barangkali jadi langit pukul tujuh malam di matamu 

dan ini kali malam belum terbiasa 
berguguran sunyi tempat ini salah satunya 
jauh dari rumah dari pulang yang menenangkan 
betapa ku tiba-tiba tak pandai memeluk diri sendiri 
  

2 komentar:

Cahyo Nur hafni mengatakan...

Indahnya dalam pemilihan diksi... jadi pengen

andri K wahab mengatakan...

@ cahyo nur afni: pengen opo toh mas'e? :-D