di bawah trembesi dan membuka dua kancing baju

siang masih membuka dua kancing baju 
menanam angin seluas melarikan diri 
ke sejumlah segar embun berbotol mineral itu 

di bawah rindang trembesi 
nasib mematuk kicau sepi burung-burung 
belaka menaruh pening di jauh atap matahari 

dan menikmati gemulai pucuk dedaun 
menari lembut diiringi gamelan jawa 
membuat denyut nadi rayakan perihal pergi pulang 
yang entah kepada siapa 

jika waktu sedemikian ini
mengapa tidak kabar saling melengkapi 
tentang baik berita yang ingin kusimpan dari suara 
yang berdenting di gelas kopi suatu nanti

0 komentar: