menikmati selasa

biarkan sebentar 
sinar itu meleleh di jendela 
pelan demi pelan waktu bergoyang di usia trembesi 
menikmati angin, tenggelam berkunjung di cangkir kopi pertama 
mengajak bocah-bocah lidahku memetik manis aren 
dan mendulang senyum seperti bibir kekasihku 

di tengah melodi yang melengkung rendah 
meliuk-liuk tubuh perempuan bahkan 
pejam ini begitu asyik sendiri 
melayang-layang berkunjung dari tamasya 
ke tamasya yang lain
dan berhenti suatu saat di tangan lelaki tua 
yang semoga melegakan itu 

0 komentar: