manis anggur

:febdah noveliza

mendekat larut malam 
angin bersejingkat di pekarangan 
menggali sepakat melaut 
segalaku meratap manis anggur pada nasibmu  

kekasihku, 
kemarin adalah sekarang 
yang sedang tergantung di pucat dedaun 
lantas angin merenggutnya 
jatuh seluruh dari dahan bersama tabah hujan 
menari kini 

duhai, 
berbahagialah untuk sesuatu yang belum
seperti bahagiaku ketika menyusur setapak jalan 
dan menemukanmu 
sejak itu ku rayakan pulang




2 komentar:

velizalizi mengatakan...

Terima kasih puisinya, sayang. I miss you...

andri K wahab mengatakan...

@velizalizi: i miss you too :-D