selepas petang

sudah sekian tak terhitung 
hari begitu sepakat menumpuk sesak 
dalam cuaca dada itu kesal menebal 
menjadi milik jalan-jalan yang tak menolong ketika 
senyumku hijau rindang di pepohonan 
pecah bercahaya lampu pinggiran kotamu selepas petang 

dalam keadaan serba pelik  
jarak menjadi fasih 
alasan belaka dirimu untuk memejam 
memanggil pulang erat pelukan tiba-tiba 
yang kutinggal pada pernah  
menjadi unggun api di tubuh itu 





3 komentar:

velizalizi mengatakan...

Sabar ya sayang,insha allah sebentar lg kita bisa sama2 lg. :*

Eva Liana mengatakan...

Ikh, udah lama ngga mampir ke sini ... Terasa fresh dan penggunaan diksi yang (ngga terlalu) melow. :D

andri K wahab mengatakan...

@velizalizi: iya, han. dalam beberapa hitungan hari lg tepatnya :-D

@Eva Liana: wah terharu nih, dikunjungi oleh penulis hebat :-D