di hari yang semakin terlahir

di hari yang semakin terlahir 
waktu tekun mematangkan maut 
kelak mengajak bersama 
menuang takut di teras mata 
seketika langit membeli kesedihannya 
yang asin digarami laut 

bicara perihal tak mungkin dahulu 
perkara mengerti betapa ingin alasan berdegup 
mendirikan kembali runtuh jembatan kayu
yang membawa keringat nama-nama cuaca 
dari nyeri punggung yang ingin bergaris hidup 
terpelihara rukun oleh remas tangan itu   

di hari yang semakin terlahir 
pada kebanyakan ingin 
apalah arti mengalir nadi sekujur tubuh 
jika dimaksud adalah tak sempat bermusim 
dan mukim bagi peluk ketika sunyi begitu dingin 
menumpuk rindu sebagai kekayaannya 


2 komentar:

soulful^^~ mengatakan...

Saya selalu mengartikan puisinya mas Andri ini lamaaaa., ahahaha. Tapi selalu keren ih, bikin saya pingin kepo blogmu terus mas.

andri K wahab mengatakan...

@ soulful: hahaha...trm kasih klo begitu, laras.