tentang sebuah rindu yang mendatangiku dengan rencananya yang belum mandi

di ruang sewaan itu
jutaan keinginan belaka penuh rencana bermalam minggu
merebah entah keberapa jatuh di sisi engkau
menjadi pasrah untuk lengan malam yang pendiam 
berdialog tanpa menemu peduli kematian nyala lampu

kita 

sepatutnya merayakan kecupan bergelas-gelas 
menyingkir dari mereka yang bergeliat di pasar 
tak pernah kaya raya akan sunyi 

dan perihal menenangkan rindu 

adalah peluh hujan di tubuh sesudah kancing baju 
sama-sama merencanakan 
menanggalkan malu menjerat kemaluan






0 komentar: