sepasang sepatu

di manakah 
sepasang sepatuku mengantarkan ingin 
pergi sekadar membangun pegal dan pulang 
ketika harapan sebatas rapuh kuning dedaun
yang menunggu angin menjatuhkan di jalan itu 
pun kembali menumbuhkan jejak hutan yang hilang 

di matamu 
akankah cuaca tak tentu ini gemar membaca buku 
menanam hujan memelihara genangan 
menenggelamkan buruk prasangka adalah pelajaran 
sebelum waktu melabuhkan tubuhku
menyelamatkanmu dari sengkarut takut gemuruh 

perlahan 
dari jauh 
segalanya 
semakin merakit ulang pertemuan 
di unggun doa-doa 

0 komentar: