sumuk

entah telah keberapa 
udara begitu dekap akan pelukan jauh dari rumah bernama engkau 
memutar kipas seketika 
mencuci sumuk berselimut itu 
sepertinya melegakan bila kancing baju 
meloloskan diri dari norma yang masih juga cemburu 

di jendela dekat pintu 
di sekujur sunyi hampir seluruh 
angin menemukan mati di antara sendal jepit dan jejak kaki hujan kemarin 
lantas menuju lari ke dalam segar iklan minuman bersoda 
apakah malam ini aku berkesempatan mendekat diri 
akan lidah angin laut yang menjilat sepoi-sepoi 

di tubuh licin 
semoga terjatuh segala bercuaca 
bergaun deras hujan yang semestinya 


0 komentar: