beginilah caraku membaca nasib rindumu

menyeberanglah dengan biasa
melintasi antar kepala menyetubuhi pikiran hendak lelap itu
seperti pecah tangis bayi yang pandai berlari
menemukan redanya sendiri di puting susu ibu 

aku adalah ketagihan akibat selanjutnya
ketika kau belaka menetaskan diriku di semerbak gelisah 
yang mekar kala sunyi runtuh bertandang ke dadamu
mendekap ketiadaanku menggelung kebenaran mulut tajam peramal

oh, betapa purnama begitu cemerlang
merajut ketakutanmu mendadak cantik dingin sendirian 
dan sepanjang malam yang berbunyi paling sunyi
akankah kerinduanmu selamat dari jatuh airmata paling nyali 



2 komentar:

sofia zhanzabila mengatakan...

Bagus... tapi lantaran imajinasi saya nggak nyampai, jadi bingung maksudnya... hiks (nilai bahasa Indonesia waktu SMA memang jelek).

andri K wahab mengatakan...

@ sofia zhanzabila: hahaha...suka merendah dia :-D