rindu

langit malam telah mematikan lampu 
dan hujan sulit menemukan gagang pintu 
sementara perihal terjatuh selain dari mata itu 
waktu begitu sering merayakan usia dari dalam ruangan sepi batu 

kamu, 
aku 
dan pelukan 
adalah rindu yang menunggu menjadi tungku

2 komentar:

Ika Fitriana mengatakan...

Seketika melayang di kepala: bila aku dalam kangen dan sepi, itulah berarti aku tungku tanpa api (Rendra).

andri K wahab mengatakan...

@Ika Fitriana: dahsyat memang puisi Rendra yh, kaf? :-D