pekerjaan baru

rembulan di atas penginapan sudah takut ketinggian 
dan malam mendadak kecut manakala sepasang bola mataku 
memilih nekat terjun ke dasar cangkir kopi 
resapi kota yang menggemari tidur dengan senyum perempuannya paling engkau 

di luar jalan-jalan bisu menuju bandara 
bintang-bintang berguguran memeluk pinggang pijar lampu 
dan lolong nasib begitu salju ketika basah bibirnya putuskan memutar gagang pintu  

ayolah, sesaplah sedikit lagi sampai meniris bayangan tak berselimut itu
betapa degup waktu sedang bergulung ombak menekuk dada
dan menunggu pagi berasap dari dalam tubuh hutannya 
adalah pekerjaan baru yang kelak kurayakan bersama pelukannya

2 komentar:

G mengatakan...

kesasar.

andri K wahab mengatakan...

@ G: hahaha bukan tentang kesasar