hari itu bandara menuliskan sajak pelukan

seperti kejadian terencana yang akan sebentar lagi
langit abu rokok kota itu luluh sewaktu rebah burung besi
banyak mengantarkan perihal tiba dan pergi dari entah bising kota
pun desa yang membangun rumah-rumah sunyi di balik sembunyi
semisal tubuh ini yang bermukim engkau sejak kemarin
berhasil mendarat dekatkan langkah untuk segera memelukmu

hari itu,
hampir malam itu
kanan kiri dinding bangunan semacam hangat secangkir teh baru terseduh
berhembus bergelung napasmu barangkali di sekitar gemetarku
dan menemukanmu di tengah hilir mudik para peristiwa kepala-kepala manusia
adalah serupa merayakan pulang kepada rumah di masa kecil

kekasih, 
aku datang
dan kupaslah rindu sebelum jumpa dibanggakan itu 
menanggung kembali kesepiannya yang begitu jurang


4 komentar:

velizalizi mengatakan...

I just remember the moment we met for the first time when i read this sweet poem.
Miss you as always, my everything. :)

andri K wahab mengatakan...

@velizalizi: terima kasih, han. Love you...��

IrmaSenja mengatakan...

Semakin kemari tulisanmu smkn membuatku harus berkonsentrasi untuk mencoba memahaminya pak.

andri K wahab mengatakan...

@irmasenja: hehe...tp kan ujung-ujungnya ibu guru melulu paham tentunya. :-D