angin di lubang pintu

bicaralah,
angin sekarang sudah genap di lubang pintu 
menjadi ingin menaiki punggung kuda 
menuju sabana, luas kepulangan yang hijau 
tumbuh menyebut saja dadaku 

sudahlah, 
kemasi betapa ganjil yang memelihara itu 
perihal percakapan angka-angka di wajah cermin
silakan kau bungkus bersama usia agar selepas padam listrik di kamarmu 
engkau menjadi lengkap, lelap memiliki hangat oleh segalaku  


  

0 komentar: