adakala

adakala 
kita pernah sejoli meniru lahir banyak cuaca 
pada sekujur tubuh hijau pagi yang sembunyi ledak kejutan 
menunggu pecah semburat rencana di genggam kepala itu 
 
seperti daun gugur menapaki ranting tertinggi nasibnya terjatuh 
kenangan sudah lebih dulu terlipat jadi angin 
paham berhembus kepada pulang di segala lengang sudut jalan paling mustahil 
membunyikan panggilan selamat datang 
menancap di punggung, sunyi yang kubawa pergi ke mana saja 
 
duhai, 
aku ingin lelah 
lantas kembali pulang 
melawan sunyi bersama-sama 


0 komentar: