catatan sesudah pejaten sebelum kemang

ada penyakit yang mengaku flu 

ada dua cangkir pelarian yang lumuri jalan nasi goreng kampung 
sebelum berhasil berbandrol metropolitan 

ada dialog yang memecah riuh paling sunyi 
menjadi luka berwarna merah muda 

ada supir taksi yang menyerahkan nasib 
kepada jalan-jalan menutup mata 

ada apa lagi sebelum datang kayu bakar 
dan mata semakin menyala dilaknat pijar lampu sekamar 

aku, 
matang setidaknya di ranting perjalanan kepala seseorang 
menyimpan selamat datang 
selamat tinggal 


2 komentar:

Defa Ramadhani mengatakan...

puisinya bagus, sagat menyentuh

andri K wahab mengatakan...

@ defa ramadhani: terima kasih :-D