merah mawar di belakang tubuh

yang menyusup rerimbun tubuh senantiasa: 

adalah mereka yang ketika pagi 
menari di ujung dedaun 

adalah mereka yang ketika siang 
mengincar mengikat kepada belikat begitu kesumat 

adalah mereka yang ketika petang 
mengapa merona itu perlu digaris koin logam segera lekas 

adalah mereka yang ketika malam 
ingin dijejak hangat sepasang tanganmu, belaka menjemput memijat waktu 

adalah mereka yang seharian penuh 
menjadi alasan merah mawar di belakang tubuh 
dan tekun dirimu perihal menggores rona cinta yang sungguh aduh, 
kumau abadi merawatku   


6 komentar:

Muhammad Lutfi Hakim mengatakan...

Saya nyimak saja ya, Mas.

andri K wahab mengatakan...

@ muhammad lutfi hakim: wah, silakan saja, mas. :-D

soulful^^~ mengatakan...

Cieee buat siapa hayo mas ini puisinya? Buat saya ya? *ngarep banget dibikinin puisi sm mas Andri* :p

Joe Ismail mengatakan...

gimana ya caranya agar pintar membuat puisi hehe...

vika etiana mengatakan...

keren bgt si puisinya

andri K wahab mengatakan...

@ soulful: hehe...buat calon isteriku kelak, ras. :-D

@ joe ismail: hmm, banyak baca buku saja bro, pasti deh. :-D

@ vika etiana: aduh, trm ksh :-D