sejenak

ruangan ini
perihal perjalanan menuju lenganmu yang begitu sukar
dan udara dingin semakin lincah mengasah taring 
untuk sejenak menancap lunak daging di gigil jauh pelukan

sementara, 
apa yang ditanam di bibir 
hanyalah menemukan basah hitam pahit secangkir yang menyenangkan 
seperti merenggang sedikit tubuh dari pergumulan yang dipelihara oleh rindu 
demi membiarkannya merambat di sekujur kecupan 
pun bermain hangat yang tumbuh di kecipak itu

duhai, 
kepada sejenak yang melayang-layang di lengang suasana 
sepertinya terlalu banyak sabar kau menebar debar 
terlalu tekun berkali-kali kau menemu resahku yang gemar
hingga terlintas lalu-lalang membungkus kedua mata  
menamakan kedekatan rupa dengan dirimu yang jelas segala 




4 komentar:

Eva Liana mengatakan...

Aku terlena oleh kata-kata tapi aku ngga ngerti ini ngomongin apa yah? (..)7

andri K wahab mengatakan...

@ eva liana: hahaha...ngmngin Mak Nori va.

private "pearl" emotion mengatakan...

Masih terngiang-ngiang ya pa..

andri K wahab mengatakan...

@ private "pearl" emotion: hahaha apanya bubuyan?