bilamana kubelajar mendoakan kecantikanmu

bilamana, kumulai ini waktu dengan menurunimu 
barangkali malam luluh merebah lembut memanjang di rambutmu 
merawat cahaya purnama memancar indah wajah pualam itu 

matamu, 
ah, sembunyi sebilah belati haus menikam jantung rupanya 
itu sebabnya kau biarkan kelopakmu terkatup selalu begitu tenang 
tertidur sebelum mawar berhasil merekah di sekujur senyuman 
yang pintar perkara meniru hangat secangkir kopi dalam genggaman 

dirimu, yang dipelihara dalam gambar itu 
berbahagialah untuk mataku 
yang senantiasa mendoakan segala bentuk kecantikanmu 


0 komentar: