perihal menciummu

Aku urung menggunakan kata maaf 
Biar saja ia lena di buku-buku 
Pun belaka di kartu ucapan selamat hari raya yang entah kapan akan dicetak beribu lembar 

Diam saja, barangkali hujan sedang bermukim di bibir seada-adanya 
Jatuh basah bertukar kenyal selepas hangat yang belajar merambat 
Memeluk detak erat jantung masing-masing 

Malam ini, sungguh kita tak perlu setan 
Sejenak tekun melingkar lengan saling selam menyelam 
Desah itu biar saja matang membunuh kesedihan 

Aku, barangkali kita 
Ingin tinggal dalam nikmat sejarah ciuman-ciuman 
Hingga sesak napas mencekik ini celana 



demi puisi

Demi puisi, maaf saya sibuk berkelahi melawan sepi 

Sepi yang ramai 
Bergemuruh di dunia dalam kepala 
Mulai memecut 
Melecut 
Semakin matang saja itu kata-kata bergelut: 
Buk-buk-buk, sini kau pengecut!






insomnia

Malam ini, bulan dan mataku sedang tidak akur 

Bulan tidur di kasur 
Mataku tidur di langit-langit