puisi ulang tahun kepada saya

Tiba juga engkau 
Saya pikir tak jadi datang 
Sebab malam kian jauh jatuh dalam hitamnya 
Yang sunyi semakin bungkam menyembunyikan angka-angka paling takdir 
Sekarang gugur, bernyali menjadi hujan mengemas pagi tanpa mata 
Membasah bahasakan bahasa semesta paling doa setekun ibu 
Perihal sebaik-baiknya hidup 
Perihal sepatutnya menjalani 

Sekiranya, terima kasih Tuhan 
Untuk usia pun segala 


"Selamat ulang tahun. Kepada saya yang melulu mencintai saya."




di matamu, begitulah aku mencintai

Katakan saja 
Di matamu aku menemu ranjang paling pacar 
Tempat beribu ragam alasan kepulangan dan menaruh segala penat pijar 
Seperti yang kau mahfum 
Selepas senja mendidik jalan-jalan untuk tepikan sepatuku 
Hingga mengetuk pintu rumahmu selalu 

Sayang, kemaslah wajah-wajah menyala tanya itu 
Tidaklah sulit mengapa ini kuulang-ulang 
Katakan saja, aku-kamu saling terjatuh 
Lantas Tuhan semakin tekun merimbunkan rasa 
Hingga teduh, hingga usia dilepas kekasih bernama tubuh 




sebentar lagi

Katakan saja siang ini aku akan menyelinap ke dalam pakaian kerjamu 
Diam-diam menerobos dada
Melaju menghujam hati yang paling jantung
Pun menggurat lima aksara namaku dengan tinta warna cokelat sematang kulitku yang didewasakan terik 

Sayang, sebentar lagi rindu akan mengajarkan ngilu yang paling madu 
Bersiaplah dan pastikan jangan melawan