romansa

teruntuk kisah di film radit dan jani

Sampai juga kita di petang yang terkenang

Dalam matamu ialah seruan-seruan menarik rindu
Melepas kancing baju bergegas jatuh
Tenggelam di peluk ramah luas danau yang raya birahi
Sebatas dada, mendadak lembut itu kecupan merebak mulai membungkus Tuhan

Dalam hati paling jantung:

Seumpama cinta menentukan nasibnya sendiri-sendiri
Barangkali daun-daun itu enggan jatuh
Meniru hujan yang lebih dulu rebah pada matamu
Yang kukenali sepenuhnya ialah kristal air mataku
Basah, menganak-sungaikan kesedihan

"Sayang, kenanglah aku sebaik-baiknya kenangan. 

Dengan begitu segala kehilangan akan mudah terselamatkan." 



penjual kembang api

Aku menemu cemas di muka pasar
Mengaris-garis keras kening lelaki yang mulai petang 

Yang di mulutnya panggung usai didirikan dan belum dikerumuni sesak tangis bocah-bocah 

Lihat! 

Lidah dia punya enggan sunyi 
Melulu meliuk berapi-api oleh kembang-kembang cahaya 
Yang katanya sanggup menjatuhkan cemburu bintang-bintang sesaat 

Dan sewaktu heranku merayap mendekat 

Senyumnya lantas menjamu hangat: 
"25 ribu, sayang anak, sayang anak ."






selamat malam

Pulanglah malam pada saku mulutku
Pulanglah penuh hingga daun-daun matamu 


Kekasih, selamat malam, selamat tidur 
Basah mimpi kita mungkin sudah harus dijemput