yang selesai diketik pukul dua puluh tiga lewat dua puluh tujuh menit

Ada yang melabuh ke laut 
pernah pintar menyebut kawan 
pun kini belajar tekun melubangi sampan.  

Aku, bulan di tangan-tangan yang melambai itu.
Tertusuk runcing jejarum waktu, 
menyimak kepunahan yang mahir belaka 
menerbangkan perihal kenang mengenang satu persatu 
kepada mereka yang bernasib sial 
seperti pecah pada lagu balonku.  

Kalian barangkali, 
tinggal saja di rabun mata 
sampai kelak kupegang erat sebelum telak hilang itu rupa.










6 komentar:

vika etiana mengatakan...

Nice puisi!
Bagus2 disini puisinya :')

andri K wahab mengatakan...

@ vika etiana: terima kasih. :-D

hanaahmad mengatakan...

salam jejak dari Malaysia :)

andri K wahab mengatakan...

@ Hanaahmad: wah, terima kasih. :-D

soulful^^~ mengatakan...

Bang,kapan2 perlu lah si abang Andri ini buat kamus terjemahan puisinya. Aku sebel sendiri ih ndak paham sm maksudnya :(

andri K wahab mengatakan...

@ laras: hahaha...si laras ini bisa ajh, mudah lagi ini memahaminya kok.