sajak yang tenggelam

terinspirasi dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

di luar sudah hujan 
mengejutkan sunyi telak ke pangkuan kepala 
pun merantau mereka yang duduk manis di pinggir rembulan 
sembari merayakan leleh cahaya emas merebah di kolam 
menggali pendar bayang remang tertinggal entah ditinggal 
barangkali wajah teduh kekasih adalah pemasung yang pandai sembunyi dari terpelihara itu 

kepada peristiwa yang tak mampu terbunuh 
relakan saja sepasang sepatu pergi ke seberang muka pintu 
biar lidah hujan memelihara basah sekujurnya 
dan engkau semakin belajar pedih mencintai 
di balik jendela, di dalam kamar, di hangat selimut bunga tulip ungu 
yang sepakat barangkali selalu menyusahkan itu 

duhai permataku, 
mencintaimu sungguh tak kau menemu di peluk cium tahun-tahun suamimu 
sebab ia hanya mencuri mesra dariku 
mencuri merah matang ketakutan dari ragam melarat yang begitu kau alamatkan kepadaku 

Hayati, 
hujan ini masih senang berlalu 
kupanjatkan semoga ia bukan berhulu dari matamu 






6 komentar:

Zegaisme mengatakan...

wah puisinya bagus. terus berkarya ya
salam kenal

andri K wahab mengatakan...

@ zegaisme: terima kasih :-D

el D Nofale mengatakan...

hujan ini masih senang berlalu
kupanjatkan semoga ia bukan berhulu dari matamu

top words at your poem..

andri K wahab mengatakan...

@ el d nofale: trm ksh sdh mampir di sini. :-D

Tik mengatakan...

Bagus sekali. :)

andri K wahab mengatakan...

@ tik: trm ksh. :-D