menonton juventus

Kini giliranku 
Duduk sepenuhnya berhadap hadap dengan wajah kotak berlayar cahaya itu 

Mataku menyala, sulut kobar nyali semakin salut akan gerak militan mereka yang serempak bermotif jaran zebra  
Memompa gairah, riuh tak habis-habis 

Manakala rerumput mengaduh dan gejolak bundar bola semakin bergulir menentukan nasib di ujung sepatu 
Barangkali peluh mereka lupa cara mengasin yang garam 

Sebab pola tiga lima dua sudah jadi begitu godam 
Bagi dinding lawan yang segera gugup gagap sejak lepas itu bunyi peluit pertama dipanjangkan   

Forza bianconeri, forza 
Dari lorong leher aku meniru nyonya tua melulu melantangkan itu 










2 komentar:

vina devina mengatakan...

pecinta juventus ya

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ vina devina: banget-banget :-D