mendengar payung teduh

Seperti pagi, 
penuh kecup embun di dedaun

Seperti siang,
menggantung awan tipis-tipis

Seperti petang,
tenggelam melajukan matahari di jingga semesta 

Seperti malam, 
tak habis-habis itu gelumat bintang berkilau di sepasang mata perempuan 

Aku menemu mendengar itu di antara lagu paling rembulan
Melenggok di wajah danau begitu tenang
Menyala redupkan bernama kenangan itu 





2 komentar:

ocha mengatakan...

hmm..sudah lama tak berkunjung kesini.. :) makin cakep aja rumah celoteh jemari,,hampir tadi ragu mau masuk, ternyata si empunya rumah masih pak pujangga,,,hehehe...

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ ocha: hei cha, apa kabar? btw trm ksh sdh menyempatkn main ke sini lg :-D