dik

Di malam rambut itu 
Betapa tabah cinta akan memutih di cerlang matamu 
Yang berwajah telaga penuh kecup gerimis yang beribadah

Lantas, biar saja kutekun di bawah rindang kala  
Menunggu hujan ranum puisi yang gemar tergantung 
Pun begitu sibuk merawat perkara indahnya jatuh yang kelak berkali-kali

Dik, akhirnya, jatuh kepada hidupmu  
Barangkali sebut saja aku semakin mahir berkarat saja 







4 komentar:

OM DEGE mengatakan...

bagus puisinya, btw "dik" kaya lagu wali gitu :D

adina risdayanti mengatakan...

bagus puisinya.
btw, aku sudah follow blogmu. follow back blog saya yaa. terimakasih :)
http://www.adinarisdayanti.blogspot.com/

vina devina mengatakan...

so sweet banget deh

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ om dege: hehehe, baru sadar saya, ternyata judulnya sama gt yh

@ adina risdayanti: sudah saya follow balik yh, dan sebelumnya trm ksh utk knjungannya :-D

@ vina devina: terima kasih :-D