cerita sebelum makan

Dari tempat tidur kini engkau menuju lagi pasar 
Diburunya selalu telur senyum itu yang siap ditetas ketika langit selesai berwarna jingga 
Dan itu pintu kembali melapangkan luas pelukan selamat datang 
Kepada aku, lelaki yang pulang dari pergi menjual nasib 

Di mangkuk itu 
Betapa hangat daun-daun jatuh hijau semata 
Belaka mencuri sedikit rasa laut 
Memanen lapar yang sepatutnya belum 

Sementara, selagi sendok dan piring sibuk aku tukar bunyinya 
Mata itu tiba-tiba tumbuh begitu tabah rerimbun pohon 
Yang teduhnya mengubah segala esok atas kemarau 
Yang barangkali cukup untuk aku bernaung pun kesedihan biar menghapus dirinya sendiri  








2 komentar:

IrmaSenja mengatakan...

sarat makna pak guru, indah :)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ irmasenja: terima kasih ibu guru :-D