menziarahimu

Pulanglah ke dalam jauh waktu 
Tempat kutemukan hujan bermain di daun-daun dahulu 
Pun riang kecipaknya di belah tawa oleh dingin begitu deras memerangkap usia 

Sejenak, kayu bakar itu biar belaka ditaruh tungku dalam kepala 
Semoga hangatnya memanjat bibir yang curam 
Meminta dengus napasnya kembali teramat dekat di denyut jantung yang semakin mahir menuturkan pengalaman kali pertama: aku jatuh, bangun, berlari mengejar roda-roda sepeda, meninggalkan rumah untuk cinta yang pandai memanjat pohon kelapa ternyata 

Duhai, gerbang surga terdekat, kenangan apalagi tak sehijau rerumput dan membangunkan kerinduan berderak di setapak jalan menuju tempat tidurmu yang hening lapang di sana 

Aku, biarkan nanti larut di puja-puji 
Khidmat membasuh kaki-kaki angin timur mendekati barat laut











2 komentar:

idhan hulwah mengatakan...

baca puisi ini terasa sempurna dgn membaca blog saya :))

andri K wahab mengatakan...

@ idhan hulwah: hehe...klo begitu saya nanti berkunjung kesana.