selepas sajak ini entah dia datang atau tidak

Ini kamar serasa di relung kulkas tiba-tiba 
Apa-apa ingin menebal peluk 
Menutup desah angin hujan di tenang hangat suhu tubuhmu barangkali perihal paling meringkik di kandang dada 

Kamu mengapa lama benar melumat peta 
Sedang malam rambutku perlahan mati muda 
Tanggal satupersatu di geligi sisir usia-usia dan rencana besar kembali nanar di surat kabar 

Kekasihku, nasib ini mau kamu 
Tak mau tau mesti itu membunuh beribu-ribu kilometer 
Datanglah selicin lincah sayap abrakadabra pun usah pergi dari pagut bibir mata dekap pergumulan yang nanti kumatangkan 







5 komentar:

private "pearl" emotion mengatakan...

Sepertinya ada yang sedang Ƙά̲̣̣̣̥ηG̲̣̣̣̥є̲̣̥eeeη berat.... Semoga aja yg d kangenin tau ya pa....*sambilcengarcengar

Eva Liana mengatakan...

Klo aku dibikinin puisi kaya gini sama pacar aku pasti langsung sewa pesawat jet. Aku daaataaannnggg sambil merentangkan tangan.

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@ private "pearl" emotion: hahaha...begitu yh? :-D

@ eva liana: beuuuuhhh...pasti romantis abis tuh va :-D

soulful^^~ mengatakan...

Cieee bang Andri :3

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

@Soulful: cie laras :-D